GoPro baru saja meluncurkan kamera teranyarnya, yaitu Mission 1 dan Mission 1 Pro, dengan harga masing-masing mencapai $599.99 dan $699.99. Meskipun ada diskon $100 bagi pelanggan yang berlangganan ekosistem GoPro, harga tersebut tetap dianggap tinggi bagi banyak atlet akhir pekan yang hanya membutuhkan kamera untuk hobi.
Detail Peluncuran Kamera GoPro
Kedua kamera ini sudah dapat dipesan dan akan dirilis pada tanggal 28 Mei. Pembeli yang melakukan pemesanan juga akan mendapatkan aksesori Point-and-Shoot Grip secara gratis, selama persediaan masih ada. Selain itu, Mission 1 Pro ILS, yang memiliki mount yang dapat diganti untuk lensa Micro Four Thirds (MFT), diperkirakan akan tersedia pada kuartal ketiga tahun ini dengan harga $699.99, atau $599.99 bagi pelanggan GoPro.
Harga Aksesori dan Baterai GoPro
GoPro juga meluncurkan beberapa aksesori baru, seperti Wireless Mic System yang dibanderol seharga $159.99, serta Media Mod yang dilengkapi dengan mic multi-pattern dan kemampuan I/O yang lebih luas seharga $149.99. Untuk baterai baru Enduro 2 berkapasitas 2150mAh, harganya adalah $34.99.
Spesifikasi dan Target Pasar
GoPro memposisikan kamera Mission sebagai “sistem kamera sinematik berkualitas tinggi, terkecil, dan teringan di dunia”, dilengkapi dengan sensor 50MP dan prosesor GP3. Dengan spesifikasi yang tinggi ini, kamera-kamera tersebut memang lebih ditujukan untuk pembuat film profesional ketimbang pengguna biasa yang hanya ingin merekam aktivitas olahraga akhir pekan.
Dampak bagi Penggemar Kamera di Indonesia
Bagi banyak pembuat konten amatir di Indonesia, harga yang ditawarkan GoPro mungkin terasa terlalu tinggi. Sebagai alternatif, mereka bisa memilih kamera GoPro Hero 13 atau Hero 12 yang kini tersedia dengan diskon besar, atau bahkan kamera dari merek lain seperti DJI Osmo Action 6 yang harganya di bawah $400, atau Insta360 X5 yang berkisar di sekitar $550.
Kesimpulan
Dengan peluncuran kamera Mission 1 dan Mission 1 Pro, GoPro menunjukkan komitmennya untuk menghadirkan teknologi terkini. Namun, tingginya harga membuat produk ini tidak terjangkau bagi sebagian besar pengguna pemula dan atlet akhir pekan di Indonesia. Oleh karena itu, bagi mereka yang mencari alternatif yang lebih ekonomis, pilihan dari model sebelumnya atau merek lain menjadi solusi yang lebih bijak.