TEMPO.CO, Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar mengeluarkan peringatan tentang kemungkinan terjadinya gelombang tinggi mencapai enam meter di perairan selatan Bali pada periode 5 hingga 8 Agustus 2026. Fenomena ini dipicu oleh aktifnya musim monsun Australia, seperti disampaikan oleh Luh Nyoman Didik Tri Utami, seorang peramal cuaca dari BMKG, pada Selasa, 4 Agustus 2026.
Didik menjelaskan bahwa aktivitas monsun ini menyebabkan angin kencang yang bertiup ke selatan secara konsisten, dengan kecepatan yang diperkirakan mencapai 25 knot atau sekitar 46 kilometer per jam. Angin kencang yang bertiup di atas perairan terbuka Samudera Hindia, tanpa ada hambatan, secara intensif memindahkan energi ke permukaan air laut.
Akibatnya, permukaan laut terdorong untuk membentuk gelombang yang lebih tinggi saat mencapai perairan yang lebih dangkal. Selain di perairan selatan Bali, di mana tinggi gelombang diperkirakan mencapai 4 hingga 6 meter, kondisi serupa juga diprediksi akan terjadi di bagian selatan Selat Lombok pada periode yang sama.
Sementara itu, tinggi gelombang di daerah lain, seperti Selat Badung dan bagian selatan Selat Bali, diperkirakan akan mencapai 2 hingga 4 meter. Gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter juga diantisipasi di bagian utara Selat Lombok.
BMKG Denpasar menjelaskan bahwa kondisi angin dan gelombang ini dapat menimbulkan risiko bagi keselamatan maritim. Oleh karena itu, operator feri diimbau untuk tetap waspada terhadap kecepatan angin yang dapat mencapai 21 knot dan tinggi gelombang yang mencapai 2,5 meter. Selain itu, operator tongkang disarankan untuk berhati-hati ketika kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter.
Pemancing juga diminta untuk tetap waspada terhadap kecepatan angin yang melebihi 15 knot (sekitar 27 kilometer per jam) dan tinggi gelombang yang mencapai 1,25 meter. Masyarakat diimbau untuk memantau informasi cuaca terbaru dari BMKG, baik melalui akun media sosial @infobmkg dan @bmkgbali maupun melalui aplikasi Info BMKG.